Dalam blog ini anda hanya akan melihat coretan-coretan kecil dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam sebuah perjalanan hidup.

Senin, 24 Juli 2017

Pulang Kampung

    Lebaran kali ini terasa sangat istimewa. Sebab baru kali inilah kami sekeluarga bisa melakukan perjalanan ke Sukabumi, tempat keluarga besar kami berkumpul, setelah sebelas tahun berpisah. Sekian lama "perjalanan" ini hanya ada di dalam angan-angan, hanya dalam perbincangan semata. Rindu kampung halaman membuat kami selalu membicarakannya.

   Cicurug yang kami bayangkan adalah Cicurug sebagaimana dulu kami tinggalkan. Walaupun sering kami dengar cerita betapa Cicurug sekarang sudah banyak berubah, tapi sulit rasanya membayangkan seperti apa perubahan yang terjadi dalam kurun waktu sebelas tahun.

   Di tahun-tahun yang lalu beberapa kali kami bikin rencana mudik, namun selalu saja ada halangan. Hingga akhirnya rencana itupun mengendap bahkan kamipun hampir tak memikirkannya lagi.
 
   Orang tuaku sudah uzur, sakit-sakitan. Bolak balik ke rumah sakit menjadi hal yang biasa. Bertahun-tahun didera sakit yang tak kunjung sembuh hingga akhirnya tak bisa lepas dari obat-obatan untuk meredakan sakitnya. Adikku yang merawat mereka. Di sela-sela kesibukannya sebagai guru, ia telaten mengurusi segala hal. Sementara aku di sini, tak ada yang bisa aku lakukan untuk mereka. Tak ada. Selama aku di Kalimantan aku tak mampu berbuat sesuatu untuk mereka. Aku tak mampu.

   Dan akhirnya kesempatan itu datang juga. Tidak menunggu lama, kami putuskan lebaran kali ini mudik. Sebenarnya ada hal lain yang jadi pendorong kami untuk mudik. Anak sulung kami, Refa, baru lulus SD, rencananya masuk SMP di Lampung. Jadi serba bertepatan waktunya. All at once!

   Senang sekali rasanya bisa membawa anak-anak melakukan perjalanan pulang kampung tahun ini. Mereka bisa melihat, mengenali, merasakan hal-hal yang baru selama dalam perjalanan. Ini jadi pengalaman baru yang menyenangkan .
 
   Kami bersyukur semua berjalan lancar. Tangis haru tak terbendung ketika satu persatu kami bersalaman, berdekapan, melepaskan kerinduan kami. Ya Allah.., kami berbahagia dengan pertemuan ini! Mudah-mudahan ini bisa menghilangkan kekhawatiran orang tua kami dan mereka bisa melihat bahwa kami baik-baik saja.